Sidikalang, Serenews.id– Pemerintah Kabupaten Dairi berkomitmen memberikan solusi nyata melalui kebijakan pemberian bunga 0 persen kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), Selasa (5/5) di Sidikalang.
Sosialisasi dihadiri anggota DPR RI, Komisi VII, Bane Raja Manalu, Direktur IT dan Operasional PT Bank Sumut, Sandhy Sofian, perwakilan Kementerian UMKM RI, Sekda Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, Pimpinan Bank Sumut Cabang Sidikalang, Edy Primsa Brahmana, Pimpinan Bank BRI, Rio Ponco, Manajer Pegadaian, Boy Ginting, Bank Mandiri, Jogi Hutahaen, Bank BNI, Gunanta Tarigan dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Dairi.
Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala mengatakan, pemerintah ingin memastikan bahwa modal usaha bukan lagi menjadi beban melainkan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sektor UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian. Di Dairi potensi usaha masyarakat cukup besar seperti sektor pertanian dan perdagangan. UMKM aktif di Dairi bergerak dibidang pertanian, kopi, kerajinan, kuliner, hingga pariwisata Danau Toba. Namun, salah satu kendala utama yang sering dihadapi adalah masalah permodalan.
Sejak 2016, kata Wahyu, Pemkab Dairi telah berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 416 miliar kepada 4.371 pelaku UMKM. Angka itu bukan sekedar statistik melainkan bukti nyata bahwa akses permodalan telah menyentuh ribuan rumah tangga dan unit usaha di daerah di Dairi.
Sementara itu, Sandhy Sofian menyampaikan, tantangan para pelaku UMKM memang terkait permodalan, pendampingan dan keterbatasan pasar. Untuk itu, Bank Sumut hadir bekerjasama dengan Pemkab Dairi untuk memberikan akses dan peluang kepada masyarakat.
Program strategis nasional seperti KUR ini, manfaatnya akan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Dimana dengan bungan 0 persen ini, masyarakat Dairi sudah bisa mendapatkan akses permodalan.
“Kami akan lakukan pendampingan terhadap bapak/ibu sehingga perekonomian masyarakat Dairi bisa semakin maju,” ucapnya.
Anggota DPR RI, Bane Raja Manalu mengatakan, UMKM Kabupaten Dairi harus bertumbuh, berkembang dan naik kelas. Untuk itu, teruslah tingkatkan kualitas produk.
Modal saja tidak cukup tanpa inovasi dan kerja keras. Perbaiki kemasan, jaga mutu, manfaatkan digitalisasi untuk pemasaran.
“Saya yakin dengan modal yang cukup dan semangat pantang menyerah, UMKM Dairi bisa naik kelas dan bersaing dipasar yang lebih luas bahkan sampai ke luar daerah,” ungkapnya.(*)








