Hadapi Perubahan Iklim, Petani Kopi di Dairi Difasilitasi Pemanfaatan Teknologi

oleh -147 Dilihat
FOTO: Pemkab Dairi dan Mercy Corps Indonesia dorong petani kopi gunakan teknologi hadapi perubahan iklim melalui program DIGITANI, Selasa (9/6/2026) di Desa Lae Hole, Dairi.(Foto/Serenews.id Ist)
banner 468x60

Sidikalang,Serenews.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bersama Yayasan Mercy Corps Indonesia mendorong peningkatan kapasitas petani kopi memanfaatkan teknologi digital melalui program DIGITANI menghadapi perubahan iklim, Selasa (9/6/2026) di Desa Lae Hole.

Koordinator Program DIGITANI Mercy Corps Indonesia, Anto, menjelaskan, perubahan iklim kini menjadi tantangan nyata bagi petani kopi. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu udara, hingga cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen kopi.

Perubahan iklim tidak lagi menjadi isu masa depan, tetapi sudah dirasakan petani saat ini. Karena itu, petani perlu dibekali akses informasi yang cepat dan akurat agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola usaha pertaniannya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi petani untuk memperoleh informasi cuaca dan iklim secara real time. Namun, masih banyak petani yang menghadapi keterbatasan akses maupun keterampilan dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Program DIGITANI antara lain Pembentukan Komunitas Ketahanan Iklim Berbasis Digital, pelatihan penggunaan Sistem Peringatan Dini Iklim Digital BMKG, Sekolah Lapang Iklim (SLI), pelatihan keamanan digital, pemasaran digital, literasi dan layanan keuangan digital, serta berbagai kegiatan pembelajaran dan berbagi pengetahuan.

Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Dairi, Frans Sion Bakkara mengatakan, Pemkab Dairi menyambut baik pelaksanaan program DIGITANI sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim. Pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola pertanian lebih adaptif dan berkelanjutan.

Disampaikan, Pemerintah berharap program ini tidak berhenti pada wilayah sasaran saat ini saja, tetapi dapat terus berlanjut dan diperluas ke kecamatan serta desa-desa lainnya di Dairi.

Selain komoditas kopi, pendekatan yang dikembangkan melalui program DIGITANI juga diharapkan dapat diterapkan pada berbagai komoditas unggulan daerah lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat petani.

“Kami mengapresiasi Mercy Corps Indonesia yang telah memilih Kabupaten Dairi sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Dihafapkan program demikian dapat terus berkelanjutan, tidak hanya pada komoditas kopi, tetapi juga komoditas pertanian lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Dairi,” ungkapnya.

Program DIGITANI akan dilaksanakan di tiga desa sentra kopi di Kabupaten Dairi yakni Desa Pegagan Julu III Kecamatan Sumbul, Desa Lae Hole dan Deda Bangun Kecamatan Parbuluan.

Turut hadir Kabid perkebunan DKPPP, Doody S Tumanggor, Kabid IKP Diskominfo, Iswan Togatorop, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Judith Rosdiana Papilaya Napitu dan Fungsional Perencana Bappeda, D.M. Pakpahan.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.